Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

Saturday, September 8, 2018

Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Pekan Depan

Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Pekan Depan


JAKARTA - Sempat melemah di awal pekan, rupiah berhasil menguat di akhir pekan. Kemarin, rupiah di pasar spot berhasil menguat 0,49% ke level Rp 14.820 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun, pergerakan mata uang Garuda ini dalam sepekan masih melemah 0,75%.

Sementara merujuk data kurs tengah versi Bank Indonesia (BI), rupiah naik tipis 0,05% menjadi Rp 14.884 per dollar AS. Namun jika dihitung dalam sepekan, rupiah sudah terdepresiasi sebesar 1,18%.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal melihat, rupiah tertekan hebat di awal pekan ini akibat kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan perang dagang antara AS dengan China.

Apalagi di pekan ini, Negeri Paman Sam berniat menerapkan tarif baru terhadap produk impor asal Tiongkok yang bernilai total sekitar US$ 200 miliar. Alhasil, mayoritas mata uang negara emerging market melemah.

Sentimen negatif juga datang dari potensi kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang kesekian kalinya pada September. Peluang Fed menaikkan bunga kian terbuka seiring dengan membaiknya sejumlah data ekonomi AS. Sentimen ini pun kembali menekan rupiah.

Untunglah, pelemahan rupiah untuk sementara bisa ditahan. Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Fikri C Permana menilai, pelaku pasar merespon positif intervensi yang dijalankan Bank Indonesia (BI), serta kebijakan fiskal pemerintah.

Untuk menjaga rupiah, BI mengintervensi pasar valas dan pasar obligasi hingga senilai Rp 7,1 triliun. "Intervensi BI sudah cukup. Terlalu riskan kalau BI terus mengguyur pasar," kata dia, Jumat (7/9).

Meski demikian, penguatan rupiah saat ini, menurut Fikri, belum signifikan. Ia memprediksikan, pekan depan rupiah berada di kisaran Rp 14.750–Rp15.050 per dollar AS. Sedangkan Faisyal memproyeksikan, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp 14.730–15.000 per dollar AS.

Wednesday, September 5, 2018

41 Tahun Berkontribusi Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital

41 Tahun Berkontribusi Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital


JAKARTA – 10 Agustus 1977 menjadi awal yang bersejarah bagi Pasar Modal Indonesia. Setelah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Republik Indonesia 41 tahun silam, Pasar Modal Indonesia mulai berkarya dalam menghadapi tantangan di era ekonomi digital saat ini. Dalam memperingati 41 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, tema yang diusung, yaitu “Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital”. Perayaan Hari Ulang Tahun Pasar Modal ke-41 pada hari ini, Jumat (10/8), ditandai dengan Pembukaan Perdagangan Bursa oleh Ketua Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Self-Regulatory Organization (SRO), dan pelaku pasar modal lainnya. Acara dilanjutkan dengan Laporan Rangkaian Kegiatan Hari Ulang Tahun Pasar Modal ke-41 dan Konferensi Pers di Main Hall, Bursa Efek Indonesia.

Perkembangan teknologi terkini yang kian pesat, memicu pertumbuhan Pasar Modal Indonesia agar dapat mendukung kebutuhan pasar yang ada. Sebagai salah satu pilar pendukung perekonomian nasional, SRO turut berpartisipasi dalam menyokong infrastruktur di bidang digital dan teknologi melalui perkembangan dan pemutakhiran sistem di sepanjang 2018. Masing-masing SRO telah menerapkan generasi terbaru sistem utama masing-masing yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan JATS Next-G, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dengan Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan The Central Depository and Book Entry Settlement System Next Generation (C-BEST Next-G). Penerapan teknologi tersebut dapat menjadi nilai tambah yang positif dalam peran ekonomi digital yang dijadikan prioritas Pemerintah RI.

Melalui koordinasi dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI bersama dengan KPEI dan KSEI, Pasar Modal Indonesia diharapkan akan semakin efisien dari sisi sistem penunjang perdagangan efek yang terkini. Ke depannya, Pasar Modal Indonesia juga akan menjawab tantangan di era ekonomi digital saat ini dengan mengembangkan produk pasar modal yang lebih modern, semakin matang untuk bersaing baik dalam segi literasi Pasar Modal, menciptakan produk yang inovatif dan berkembang, maupun dalam menjalin kerja sama antar pemangku kepentingan (stakeholders), serta menerapkan tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Dari sisi nilai kapitalisasi, Pasar Modal Indonesia telah tumbuh sebanyak 2.52 juta kali, yakni pada tahun 1977 nilai kapitalisasi Pasar Modal Indonesia sebesar Rp2,73 miliar dan per 8 Agustus 2018, telah mencapai Rp6.870,7 triliun. Sementara itu, pada periode yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah tumbuh 6.119% dari 98 poin pada tahun 1977 menjadi 6.094.83 pada 8 Agustus 2018.

Serangkaian kegiatan disusun dalam memperingati HUT Pasar Modal ke-41 bertujuan untuk meningkatkan awareness dan mengenang kembali tonggak sejarah diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, menjadi sarana untuk mengkomunikasikan pencapaian dan peranan penting Pasar Modal Indonesia dalam perekonomian nasional, serta menjalin hubungan baik antar sesama pelaku pasar modal, media, dan masyarakat pada umumnya.

Beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan diawali dengan Pembukaan Perdagangan dan Konferensi Pers, Turnamen Olahraga (internal OJK dan SRO), Kompetisi Nasional Pasar Modal (antar mahasiswa/pelajar), Donor Darah, Bantuan Pendidikan ke sekolah-sekolah di 28 provinsi di Indonesia, serta penyerahan bantuan kepada para korban bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang dilanda gempa bumi pada Minggu (5/8) yang lalu. Selain itu, akan diadakan Capital Market Fun Walk and Run yang akan diikuti kurang lebih 2.000 peserta dari OJK, SRO, Anak Perusahaan SRO, Asosiasi Pasar Modal, Perusahaan Efek, Bank Kustodian, dan pelaku pasar lainnya, Investor Summit 2018 di 8 kota besar di Indonesia, Ajang Pencarian Bakat, Media Gathering, serta Kompetisi Penulisan dan Fotografi Jurnalistik untuk wartawan pasar modal, dan sebagainya.

Pencapaian SRO

Bursa Efek Indonesia
Sampai dengan pertengahan tahun 2018, BEI terus mencatatkan pencapaian-pencapaian melampaui tahun-tahun sebelumnya. Fund raising dari 31 pencatatan saham baru hingga 7 Agustus 2018 telah mencapai Rp12 triliun, melebihi total pencapaian pada tahun 2017. Frekuensi perdagangan saham harian terus meningkat mencapai 392 ribu kali dan merupakan yang tertinggi di ASEAN. Hal ini didukung dengan aktivitas investor yang juga mencapai nilai tertinggi hingga 43 ribu investor per hari. Dan, dalam mewujudkan penyelenggaraan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien, BEI telah sukses melakukan upgrade sistem perdagangan dan meningkatkan kapasitas perdagangan hingga 2 kali lipat atau 15 juta order dan 7.5 juta transaksi per hari. Selain itu, availability sistem perdagangan juga meningkat menjadi 99.982% yang didukung oleh data center level tier-3.

Kliring Penjaminan Efek Indonesia
Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para pengguna jasa, KPEI telah meluncurkan sistem           e-CLEARS baru, yaitu Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE). Pengembangan sistem EAE dilakukan untuk memperbaharui sistem utama KPEI dalam menjalankan proses kliring, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Pasar Modal. Dengan EAE, sistem mampu mengakomodasi kapasitas data trade sampai dengan 2,5 juta kali transaksi atau 5 kali lebih besar, dan kapasitas settlement sampai dengan 1,25 juta instruksi atau 8 kali lebih tinggi dari sistem sebelumnya. Di samping itu, pengembangan EAE dilakukan untuk mengantisipasi perluasan jenis pelayanan penyelesaian di luar transaksi bursa, seperti bilateral dan Over the Counter (OTC), serta perluasan jenis partisipan, antara lain Bank Kustodian sebagai General Clearing Member, bank dan lembaga jasa keuangan lainnya. Selanjutnya, KPEI akan menerima pengalihan fungsi penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari PT Citigroup Sekuritas Indonesia kepada Citibank Indonesia Securities Services sebagai account operator pertama di Indonesia terhitung sejak 20 Agustus 2018.

Kustodian Sentral Efek Indonesia
Jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang mengacu pada jumlah Single Investor Identification (SID) yang tercatat di KSEI terus mengalami peningkatan. Saat ini, jumlah SID meningkat 33,59% dari 1.025.414 (per Juli 2017) menjadi 1.369.810 (per Juli 2018). Selama periode 10 Agustus 2017 - 10 Agustus 2018, beberapa pencapaian telah berhasil diraih KSEI untuk pendukung perkembangan pasar modal. Pada 9 Juli 2018, KSEI telah mengimplementasikan sistem utama C-BEST Next-G. Pengembangan C-BEST Next-G menghadirkan performa yang lebih tinggi dan lebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung lainnya. Sistem C-BEST lama mengakomodir hingga 3.000 penyelesaian transaksi Efek per menit, sedangkan pada C-BEST Next-G pemrosesan penyediaan transaksi ditingkatkan lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya atau sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit.

Sebagai langkah awal pengembangan e-Proxy dan e-Voting platform, pada 28 September 2017, KSEI secara resmi menunjuk Central Securities Depository (CSD) of Turkey, Merkezi Kayit Kurulusu (MKK) sebagai pengembangplatform tersebut. Platform ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan menjadi solusi bagi investor untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham di waktu yang bersamaan, tetapi di lokasi yang berbeda tanpa perlu hadir secara fisik. Selain itu, pada 5 September 2017, KSEI meresmikan kewajiban penggunaan layanan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) untuk Transaksi Aset Dasar. Hal ini merupakan tahap lanjutan atas kewajiban penggunaan modul Order Routing S-INVEST untuk Transaksi Produk Investasi. Di penghujung tahun 2017, Bank Indonesia (BI) secara resmi menunjuk KSEI sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Sertifikat Deposito di Pasar Uang. Melalui kerjasama ini, KSEI akan menerbitkan nomor SID untuk pemilik Sertifikat Deposito di Pasar Uang, sehingga kepemilikan atas instrumen tersebut dapat diketahui. Pengembangan infrastruktur lain yang tengah dilakukan KSEI antara lainpengembangan fasilitas AKSes Next-G dan penerapan Full Central Bank Money.

Saturday, May 26, 2018

Satgas Waspada Investasi Menyampaikan Imbauan Kepada Masyarakat Untuk Mewaspadai 6 Entitas

Satgas Waspada Investasi Menyampaikan Imbauan Kepada Masyarakat Untuk Mewaspadai 6 Entitas


Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran produk atau kegiatan usaha dari 6entitas yang telah dipantaudan diidentifikasi oleh Satgas Waspada Investasi pada bulan Mei 2018.

KetuaSatgasWaspadaInvestasi,Tongam L. Tobing,mengatakanimbauan tersebutdikeluarkankarena entitas tersebuttidak memiliki izinusaha pemasaran produk dan penawaran investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

Untuk terus memberikan perlindungan kepadakonsumen dan masyarakat, Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap penawaran dan produk dari 6(enam) entitas ini, dengan kegiatan:
No
Nama Entitas
Lokasi Kantor Pusat
Kegiatan Usaha Yang Dihentikan
1.     
PT Medussa Multi Business Centre Tour & Travel (MMBC Tour & Travel)
Jakarta
Sistem keagenan dan waralaba tanpa izin
2.     
PT Arafah Tamasya Mulia
Balikpapan
Travel umrah tanpa izin
3.     
PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (BEST)/ Sinergy World/ Eco Racing
Bandung
Penjualan paket usaha produk Eco Racing (produk untuk meningkatkan oktan bahan bakar minyak), LVN Series (produk kecantikan), dan Kopi EcoMaxx secara multi level marketing tanpa izin
4.     
PT Duta Bisnis School/PT Duta Future International
Bandung
Edukasi dan penjualan pulsa secara multi level marketing tanpa izin
5.     
PT Bes Maestro Waralaba/ Klik & Share/ www.klikshare.co.id/
Bandung
Jasa periklanan secara multi level marketing tanpa izin
6.     
GainMax Capital Limited/ Gainmax.co.uk/ gainmaxcapital.blogspot.co.id/
Inggris
Perdagangan forex dan investasi tanpa izin

Kegiatan perusahaan tersebut selama ini sudah menjadi perhatian dan pemantauan Satgas Waspada Investasi berdasarkan informasi yang disebarkan perusahaan dan pengaduan masyarakat. Satgas Waspada Investasi secara cepat merespon informasi tersebut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Satgas telah mengundang perusahaan-perusahaan tersebut dan mendorong entitas tersebut untuk mengurus perizinannya sesuai ketentuan perundang-undangan. Seluruh instansi terkait telah berkomitmen untuk memperlancar proses perizinan kegiatan usaha tersebut sepanjang telah memenuhi persyaratan.

Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya terutama menjelang hari raya Idul Fitri. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima.

Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal.

Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama peran untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal. Penanganan yang dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang telah menyampaikan laporan atau pengaduan.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portalpada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Tuesday, May 22, 2018

BEI Mengadakan SEMINAR NASIONAL ASN Cerdas BERINVESTASI

BEI Mengadakan SEMINAR NASIONAL ASN Cerdas BERINVESTASI


BENGKULU – Salah satu upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mendukung pemerintah meningkatkan tingkat literasi dan inklusi investasi yang benar dan legal di Provinsi Bengkulu, yakni dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pengembangan Pasar Modal di seluruh Indonesia.

BEI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu mengadakan kerjasama dalam bentuk Edukasi Pasar Modal secara langsung Kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk kalangan jajaran pemerintahan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dalam Pemprov Bengkulu dalam acara Seminar Nasional ASN Cerdas Berinvestasi di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Bengkulu.

Acara Seminar Nasional ASN Cerdas Berinvestasi ini dihadiri oleh Plt. Gubernur Provinsi Bengkulu yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu Kepala Wilayah Area 1 BEI, Kepala Divisi Syariah FAC Sekuritas, Kepala Koperasi 212 Provinsi Bengkulu dan Kepala Cabang Bank BTN Bengkulu. pada Selasa (22/05).

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan investasi di pasar modal kepada pemerintah daerah, instansi, asosiasi profesi, dan masyarakat di Kota Bengkulu. Selain itu, acara ini juga didasarkan pada masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi tentang produk investasi yang legal dimasyarakat. Hal ini menyebabkan produk-produk investasi ilegal/bodong masih kerap beredar dan memakan korban. Dengan hadirnya kegiatan ini diharapkan kedepannya BEI dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat menjalin kerjasama yang berkesinambungan dalam mencerdaskan masyarakat mengenai investasi yang baik dan benar serta diawasi oleh OJK, yakni investasi saham dan reksadana di pasar modal.

Sehingga masyarakat Bengkulu tidak lagi tertipu oleh informasi yang tidak benar mengenai investasi bodong. Dan kabar baiknya sampai dengan akhir april 2018 jumlah investor pasar modal di Provinsi Bengkulu telah mencapai 2,624 dengan single investor identification (SID) 2, 427. Angka ini tumbuh 100% yoy jika dibandingkan dengan jumlah investor pada tahun sebelumnya.

Dengan membeli saham, masyarakat dapat memiliki perusahaanya sendiri, tanpa perlu lagi membangun bisnis dari nol. Hanya dengan membuka akun minimal Rp. 100.000 masyarakat sudah dapat menikmati potensi keuntungan dari perusahaan-perusahaan Tbk yang tercatat di BEI. Dengan menabung saham diharapkan masyarakat Bengkulu kedepannya tidak lagi menjadi bawahan dari para kapitalis, tapi sudah menjadi pemilik dari perusahaan yang beroperasi di Indonesia, membeli saham yakni menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Thursday, April 19, 2018

Investor Saham Di GIS IAIN Curup Bertambah 33 Orang

Investor Saham Di GIS IAIN Curup Bertambah 33 Orang



BENGKULU – Pada Kamis, 19 April 2018, Galeri Investasi Syariah (GIS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu mengelar Sekolah Pasar Modal (SPM) di ruang Multimedia Perpustakaan. Dihadiri sekitar 40 orang calon investor dari kalangan Civitas akademi dan mahasiswa IAIN Curup, melalui SPM yang diselenggarakan GIS IAIN Curup, jumlah investor baru bertambah menjadi 33 orang, sehingga jika ditotal pasca launching GIS IAIN Curup telah memiliki sekitar 115 investor aktif yang siap bertransaksi di pasar modal Bursa Efek Indonesia/Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX).

Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan GIS IAIN Curup menghadirkan langsung Kepala BEI/IDX Perwakilan Propinsi Bengkulu, Bayu Saputra sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Bayu menjelaskan saham merupakan Surat Berharga Tanda Kepemilikan Perusahaan untuk semua kalangan di Indonesia. Saham bukanlah barang mewah yang hanya bisa dimiliki oleh konglomerat, kalangan tertentu dan kalangan berpendidikan tinggi saja. Sebaliknya, Pasar Modal berupa saham sudah menjadi alat investasi yang bisa dimiliki oleh mahasiswa, masyarakat umum dan pedesaan sekalipun hanya dengan modal mulai dari Rp 100 ribu saja.

“Yuk! Nabung Saham, sisihkan saja uang anda rutin sebesar Rp 100 ribu untuk nabung saham. Jangan hanya penikmat produk dan jasanya, mari miliki juga perusahaannya dengan cara Nabung Sahamnya,” ajak Bayu kepada seluruh peserta Sekolah Pasar Modal (SPM) GIS IAIN Curup.

Selain Sekolah Pasar Modal, rencananya GIS IAIN Curup juga akan rutin mengadakan pelatihan sejenis dengan tema lebih mendalam tentang pasar modal dan saham bagi para investor. Seperti menganalisa saham perusahaan yang memiliki prospek baik di masa depan, mengidentifikasi perusahaan yang jelek, menggunakan analisa teknikal untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham, dan banyak lagi lainnya.

Direktur GIS IAIN Curup, Andriko Nazar mengatakan, agenda rutin terkait saham akan segera dikoordinasikan ke pihak BEI/IDX Perwakilan Propinsi Bengkulu. Selain itu, pihaknya juga tengah gencar melakukan Road Show tentang pasar modal ke Sekolah-Sekolah untuk mengedukasi pasar modal bagi kalangan siswa dan guru di Kabupaten Rejang Lebong.

“Setelah Road Show dan sosialisasi, kita akan mendata siapa saja calon investor yang siap gabung di GIS IAIN Curup, setelah mereka memiliki ketertarikan, barulah kita akan menggelar kembali untuk diadakannya Sekolah Pasar Modal,” demikian Andriko.[sgk]