Showing posts with label UMKM. Show all posts
Showing posts with label UMKM. Show all posts

Friday, September 21, 2018

Kemenkop Tingkatkan Daya Saing UMKM Dalam Negeri

Kemenkop Tingkatkan Daya Saing UMKM Dalam Negeri


JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2018. Rakor ini sejalan dengan upaya pemerintah bersama stakeholders untuk membangun semangat entrepreneurship dan memajukan koperasi dan UMKM yang berdaya saing, serta mampu bermain di ranah global.

“Tentu ini memiliki relevansi ditengah upaya pemerintah menjalin kokaborasi bersama-sama dengan stakeholders terkait untuk memajukan koperasi dan UMKM kita,” kata Sekretaris Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring.

Kemenkop dan UKM diberi tugas dalam merumuskan kebijakan, koordinasi, dan sinkronisasi pelaksanan kebijakan, serta program pembangunan KUMKM. Namun demikian kementerian memandang perlu sinergi dengan pemda, asosiasi UMKM, dan organisasi nirlaba seperti ICSB Indonesia dalam hal memperkuat dan meningkatkan peran strategis UMKM.

“Keberadaan ICSB Indonesia diharapkan dapat memicu dan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan internasionalisasi UKM, sehingga dapat meningkatkan peran UKM di Indonesia dan juga dunia,” papar Meliadi.

Dengan peran strategis yang dimiliki ICSB Indonesia, maka Kemenkop dan UKM siap mendukung pengembangannya di Indonesia. Untuk itu, Meliadi mengatakan perlu ada upaya yang terkoordinir untuk mempercepat pembentukan pengurus wilayah ICSB Indonesia di seluruh provinsi dengan empat pilar pendukungnya, yakni akademisi, peneliti, pemerintah dan pelaku bisnis.

Thursday, September 20, 2018

Pelaku UMKM menolak rencana penghapusan 80% kewajiban barang lokal

Pelaku UMKM menolak rencana penghapusan 80% kewajiban barang lokal


JAKARTA - Pemerintah berencana menyederhanakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait waralaba. Kabarnya 80% kewajiban pengadaan barang lokal akan dihapuskan, dan membuat pelaku industri angkat bicara.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan, dalam hal penghapusan pengadaan barang lokal tersebut dinilai tidak berpihak pada UMKM. Terutama pada UMKM bidang pertanian, perikanan dan perkebunan.

“Karena Indonesia mau diambil pasarnya, juga akan dibanjiri dengan produk-produk impor di waralaba,” ujarnya.

Menurutnya, komponen lokal 80% tersebut mutlak dijalankan, pasalnya hal tersebut sudah menjadi suatu keharusan yang sifatnya untuk mengembangkan produk UMKM milik Indonesia. Selain itu dengan penghapusan tersebut berguna untuk membatasi produk impor yang beredar di industri.

“Kalau tidak, tidak ada lagi yang membatasi produk-produk impor sehingga brand luar negeri merajai waralaba di Indonesia,” tambahnya.

Ikhsan menjelaskan, selain konten lokal tersebut, kabarnya pemerintah tengah mengkaji ulang tentang penghapusan batas maksimum 150 toko modern dan 250 F&B.

Hal ini memberikan signal positif pada industri UMKM karena dapat leluasa mengembangkan usaha dan tidak dibatasi jumlah pengembangannya yang bisa ekspansi seluruh pasar Indonesia.

Dia menambahkan, selain itu Permendag Waralaba tersebut rencananya memperbolehkan penunjukan dua penerima waralaba, artinya tidak membatasi untuk satu penerima Waralaba.

Sehingga kesempatan untuk memberi satu lagi penerima waralaba dilindungi dengan Permendag. “Negatifnya, penggunaan barang lokal sudah tidak diatur lagi, barang Import merambah Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri kementerian perdagangan (Kemdag) Tjahja Widjayanti mengatakan, pihaknya belum mau menjelaskan tentang Permendag waralaba yang akan disederhanakan. “Ini kan masih draft jadi belum berani disampaikan,” ucapnya kepada Kontan.co.id.

Meski demikian, Kemendag saat ini terus aktif untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa pelaku Industri.

Untuk itu, sebagai salah satu pelaku industri Akumindo memberikan usulan seperti buat kebijakan yang terus berpihak kepada UMKM.

Revisi Permendag tersebut menurutnya bagus, namun di satu sisi jangan membuka keran untuk UMKM lokal, di sisi lain juga menutup UMKM yang lain. “Harus singkron dan selaras,” tutupnya.
OJK dan PT Hensel Davest Indonesia (HDI) Seirama Berdayakan UMKM

OJK dan PT Hensel Davest Indonesia (HDI) Seirama Berdayakan UMKM


SULAWESI SELATAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambangi kota Makassar, Sulawesi Selatan dalam rangka sosialisasi POJK 13/2018 dengan tema Sinergi Dalam Membangun Ekonomi Digital di Indonesia Timur. Saat sosialisasi, OJK mengatakan harus adanya kerja sama dari berbagai pihak bukan hanya dari pihak regulator ataupun pelaku usaha, namun juga dari pihak aparat, customer, dan beberapa lembaga pendidikan untuk mendukung dan mengembangkan ekonomi digital Indonesia.

Selanjutnya, OJK meminta perusahaan fintech ikut andil dalam meningkatkan perkembangan ekonomi digital dengan cara membiayai para pelaku usaha kecil (UMKM). OJK menambahkan, dalam kondisi perekonomian seperti saat ini, fintech dapat menjadi solusi bagi perkembangan para pelaku UMKM karena pasar e-commerce tidak terbatas dan dapat menjangkau skala internasional. OJK mengatakan bahwa jika ada beberapa pengusaha uggulan yang memang layak untuk dibiayai tetapi masih sangat kecil, faktor pembiayaan digital dan penjualan digital dapat menjadi solusi terbaik untuk mengembangkan usaha para pelaku UMKM.

Seirama dengan pendapat OJK, PT Hensel Davest Indonesia melalui platform DavestPay sudah ikut andil dalam memberdayakan pelaku UMKM khususnya toko kelontong. DavestPay merupakan aplikasi pembayaran dan transaksi online bagi UMKM. Pelaku UMKM dapat bertransaksi melalui mobile, web, SMS transaction dan API. Dalam aplikasi tersebut, konsumen dapat membayar tagihan listrik, PDAM, pembelian pulsa, dan masih banyak lagi fitur lainnya yang menjadi kebutuhan konsumen sehari-hari. Masih banyaknya masyarakat Indonesia Timur yang bertransaksi di toko kelontong membuat HDI berfokus untuk mengembangkan UMKM di daerah timur dan membantu pemerintah dalam menciptakan inklusi keuangan dan cashless society sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang di bagian Indonesia Timur.

Wednesday, August 29, 2018

Manfaatkan peluang Asian Games, Pemprov Sumsel sediakan spot strategis bagi UMKM

Manfaatkan peluang Asian Games, Pemprov Sumsel sediakan spot strategis bagi UMKM


PALEMBANG - Menyambut perhelataan Asian Games 2018, Palembang sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara bersiap mengerahkan berbagai produk UMKM unggulannya.

Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin memastikan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Sumatra Selatan turut mengambil peluang usaha selama dua minggu perhelatan Asian Games di Palembang berlangsung.

Menurutnya, pemerintah mendukung penuh UMKM dengan mempersiapkan segala hal yang diperlukan guna memajukan UMKM Sumatra Selatan khususnya selama momen Asian Games ke-18 ini berlangsung.

“Kami siapkan tempatnya, kami siapkan kemudahan yang mereka butuhkan apa. Apapun yang mereka perlukan kami siapkan,” kata Alex kepada Kontan.co.id, ketika ditemui di komplek Lippo Plaza Jakabaring, Sabtu (28/7).

Spot-spot strategis ini rencananya akan dipenuhi dengan berbagai macam produk unggulan UMKM dari Sumatra Selatan. Menurutnya, pelaku UMKM telah siap dengan berbagai ragam produk unggulan Sumatra Selatan mulai dari songket, souvenir, hingga berbagai kuliner andalan.

“Karena UMKM Sumsel sudah terbiasa mandiri, yang penting itu mereka ada tempat berjualan untuk mereka tempati,” jelas Alex.

Rencananya ada beberapa lokasi yang dijadikan sentra UMKM berjualan. Antara lain di Dataran Nasdaq dan di Benteng Kuto Besar sebagai pusat UMKM berkumpul dan berjualan.

Alex juga mengungkapkan, penyediaan spot-spot UMKM untuk dapat berjualan sebagi upaya sterilisasi Jakabaring Sport City (JSC).

“Ada ribuan UMKM yang ikut memeriahkan Asian Games, tidak bisa semuanya masuk di area JSC. Ini area steril,” Sayang, ketika ditanya proyeksi pendapatan dari perhelatan even internasional terhadap pendapatan provinsi, ia belum dapat merincinya.

“Kalau prediksi omzet UMKM kita belum hitung-hitungan. Yang jelas banyak lah karena wisatawan banyak berdatangan,” jelasnya.

Erick Tohir, Ketua INASGOC juga mengungkapkan bahwa akan ada banyak atlet dunia yang datang ke Palembang di momen Asian Games. Hal ini menjadi langkah baik untuk mempromosikan potensi Sumatra Selatan.

“Dari total 17.195 atlet dan official partner yang sudah mendaftar, 3.000 diantaranya akan ada di Palembang. Dua tahun lagi akan ada Tokyo Paralympic Games. Harapannya atlet-atlet ini akan membawa cerita baik tentang Sumatra Selatan,” kata Erick.

Maraknya pernak-pernik UMKM yang menggunakan logo Asian Games pun juga menjadi perhatian Alex. Ia menghimbau agar pelaku UMKM tidak hanya melihat momen dua minggu berlangsungnya Asian Games, namun juga potensi bisnis ke depan yang dapat berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Wednesday, February 21, 2018

Dorong Perekonomian Daerah, Pemerintah Bengkulu Mudahkan Akses KUR Bagi Masyarakat

Dorong Perekonomian Daerah, Pemerintah Bengkulu Mudahkan Akses KUR Bagi Masyarakat


BENGKULU – Mendorong perekonomian merupakan salah satu tugas Pemerintah yang harus terus ditingkatkan. Salah satu kiat Pemerintah Propinsi Bengkulu yakni mempermudah akses keuangan daerah bagi masyarakat Bengkulu.

Pada semester I tahun 2018 ini, pihak PemProp Bengkulu telah mengelar pleno terkait pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Pleno dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Propinsi Bengkulu, Yuliswani. Yuliswani berharap, TPKAD ini mampu mendorong perkembangan ekonomi daerah. Ia menambahkan, TPAKD juga harus mampu mensosialisasikan program-program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat khususnya pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM).
“Banyak UMKM di Propinsi Bengkulu lamban perkembangannya lantaran terkedala permodalan. Padahal pemerintah memliki program bantuan KUR yang dapat diakses oleh masyarakat secara mudah, khususnya bagi UMKM yang sedang berkembang,” pungkas Yuliswani.

Artinya, TPAKD yang dibentuk tersebut harus segera melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pelayanan jasa keuangan tersebut kepada masyarakat Propinsi Bengkulu.[sgk]

Tuesday, November 7, 2017

Anggaran Telat, Bantuan Bibit Sapi dan Kambing Tertunda

Anggaran Telat, Bantuan Bibit Sapi dan Kambing Tertunda

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Kabupaten Rejang Lebong, Hendra
BENGKULU – Tahun ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengadakan bantuan berupa bibit Sapi Bali dan Kambing yang diperuntukan kelompok peternak yang rencananya akan dibagikan pada Desember 2017.

Setiap kelompok tani yang telah menyerahkan proposal pengajuan bantuan ini akan dinilai oleh pihak PPl pertanian. Hanya 1 kelompok tani saja yang mendapatkan bantuan tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Rejang Lebong, A Rifai melalui Kepala Bidang (Kabid) Perternakan, Hendra menjelaskan, pengadaan bantuan bibit sapi bali dan kambing ini belum dapat dilaksanakan pada bulan ini dikarenakan dana bantuan yang berasal dari pusat belum keluar sehingga penyaluran bibit sapi bali dan kambing tersebut belum dapat dilaksanakan.

Lanjut Hendra menjelaskan, di Kabupaten Rejang Lebong terdapat sekitar 1200 kelompok tani dan pada 2017 sebanyak 18 ekor Sapi Bali akan didistribusikan kepada kelompok peternak.
“Dana yang berasal dari APBD Provinsi juga belum dikeluarkan karena keterlambatan anggaran dan untuk anggaran sapi bali dan kambing di Kabupaten Rejang Lebong sebesar 179 juta,” jelas Hendra.
Sebagai calon penerima bantuan bibit sapi bali dan kambing, Kelompok tani yang terdiri dari 15 orang harus mempunyai klasifikasi dan wajib memenuhi kriteria yaitu kelompok yang benar-benar kelompok tani yang mempunyai kegiatan setiap bulannya dan mendapatkan klasifikasi yang telah diberikan oleh PPL yang ada di dinas Perternakan.


Hendra berharap, kepada kelompok tani melalui bantuan ternak yang diberikan nantinya agar bisa bermanfaat, sehingga dapat menunjang kebutuhannya sendiri dan agar bisa menjadi sumber ternak dan swasembada daging bagi daerah sendiri.[ydh]

Saturday, October 21, 2017

Kuda Kepang SPBM Rejang Lebong Siap Sajikan Atraksi Unik

Kuda Kepang SPBM Rejang Lebong Siap Sajikan Atraksi Unik

Para Anggota Kuda Kepang Sekar Pegon Banyumasan Sugih Pangapuran (SPBM) Kabupaten Rejang Lebong - Bengkulu
BENGKULU - Kuda Kepang merupakan salah satu hiburan yang paling digemari masyarakat Indonesia. Kuda Kepang Sekar Pegon Banyumasan Sugih Pangapuran (SPBM) salah satu persatuan kuda kepang yang ada di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, tepatnya beralamat di Desa Sumber UribKecamatan Selupu Rejang.

Salah Satu atraksi Kuda Kepang SPBM Rejang Lebong
Saat pentas pada acara sedekah bumi Desa Talang Lahat Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (17/10/2017) sore sekira pukul 15.30 WIB, Ketua persatuan Kuda Kepang SPBM, Budiman memimpin pentas tersebut. Budiman mengatakan Kuda Kepang yang ia pimpin memilki anggota sebanyak 30 orang. Diselah-selah pentas untuk menghibur warga Desa Talang Lahat, Budiman menjelaskan Kuda Kepang tersebut dibentuk pada 1999 yang awalnya hanya mempunyai 3 alatsaja, berbekal modal hasil dari pertanian para anggota Kuda Kepang SPBM. Keinginan para pemuda untuk melestarikan kesenian tersebut, maka dengan dana yang terkumpul dari para donatur, terbentuklah kesenian kuda kepang ini.

Menariknya, Kuda Kepang SPBM memiliki keunikan daripada kelompok Kuda Kepang lainnya, yakni berupa atraksi-atraksi seperti memotong badan para pemain dengan menggunakan pedang, silet, beling kaca dan duri salak. Keunikan atraksi Kuda Kepang SPBM yang dapat disajikan dengan harapan dapat menghibur masyarakat.
“Harapan kami, pemain Kuda Kepang SPBM ini selalu dapat menghibur dengan atraksi-atraksi yang kami sajikan. Untuk kedepannya, saya masih mencari bakat-bakat para pemuda untuk turut melestarikan kesenian ini kepada generasi penerus,harap Budiman.
Salah satu penonton yang berasal dari luar daerah, Budi Mulyono mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kesenian tersebut.
“Saya sangat terhibur melihat pemenntasan Kuda Kepang SPBM ini dan mudah-mudahan untuk kedepannya dapat mentas lebih banyak lagi, saya mau nonton”, tandasnya.
Jika ada masyarakat baik dari Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu ataupun dari luar dearah, ingin menyaksikan atraksi Kuda Kepang SPBM ini, dapat menghubungi Budiman di nomor 0857-6834-2817.[ADV]

Saturday, May 27, 2017

Makanan Khas Ramadan Dari Cirebon

Makanan Khas Ramadan Dari Cirebon


JAWA BARAT, SemarakNews.co.id – Ada makanan khas yang sangat terkenal dari Kota Cirebon, Jawa Barat. Nasi Jamblang, merupakan sajian khas Kota Cirebon saat Ramadan. Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa belum sah berkunjung ke Kota Cirebon jika belum mencicipi Nasi Jamblang.

Bukan hanya sekedar nasi, banyak juga lauk pauk yang disajikan dengan Nasi Jamblang. Ada salah satu lauk cukup unik yang biasanya turut disajikan, yaitu Dendeng Laos.

Sejarah penamaan Nasi Jamblang khas Kota Cirebon ini berasal dari sebuah desa di Cirebon. Pastinya, dari Desa Jamblang Kota Cirebon.


Tak sesederhana namanya, sejarah Nasi Jamblang bermula pada tahun 1893 saat masa penjajahan Belanda. Saat bulan Ramadan, seorang pengusaha dari Desa Jamblang kal itu selalu memberikan sedekah kepada para pekerja pabrik Belanda berupa nasi yang sangat lezat. Sejak saat itu, Nasi dari Desa Jamblang ini sangat terkenal dan hingga saat ini dikenal dengan Nama Nasi Jamblang.

Nasi Jamblang biasanya disajikan dengan Daun Jati. Daun Jati dipilih sebagai pembungkus nasi karena Daun Jati dianggap kuat, selain itu Daun Jati juga memberikan aroma lebih enak dan mengugah selera para penikmatnya.

Lauk yang menggoda dan aroma yang menggugah selera merupakan cirri khas Nasi Jamblang.


Tertarik mencicipinya? Jangan lupa kalau ke Cirebon, cicipi Nasi Jamblang, khususnya di Bulan Suci Ramadan.[**]

Wednesday, May 17, 2017

Kreatif!!! Ampas Tahu Jadi Bistik Lezat

Kreatif!!! Ampas Tahu Jadi Bistik Lezat

Tiga Mahasiswa STAIN Curup Peraih TOP 10 BCI-ACI 2017 di Universitas Riau. Dari Kiri ke Kanan, Arif, Egy dan M. Kozin
BENGKULU, SemarakNews.co.id – Ampas Tahu yang biasa dikenal oleh masyarakat Provinsi Bengkulu dengan sebutan Gembus, ternyata bisa menjadi makanan bernilai ekonomis tinggi dan berkelas. Ditangan tiga orang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup, Gembus disulap jadi Bistik yang lezat. Unik, karena biasanya bahan dasar membuat Bistik adalah daging.

Adalah M. Kozin Mahasiswa STAIN Curup Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Semester VIII, Egy Andykha Rizki Prodi KPI Semester II dan Arif Ramdhan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester II yang memiliki ide kreatif menciptakan Gembus menjadi Bistik.

Ketiga mahasiswa tersebut merupakan pemenang TOP 10 Tingkat Nasional Lomba Business Plan Competition – Appear Creativity and Innovation (BPC-ACI) 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Riau beberapa waktu yang lalu.

M. Kozin menceritakan, Lomba Tingkat Nasional BPC-ACI 2017 awalnya diketahuinya melalui salah satu grup media sosial khusus Persatuan Mahasiswa Bidik Misi Indonesia. Tertarik, M. Kozin, Egy dan Arif memutuskan untuk mengikuti lomba BPC-ACI tersebut.

“Untuk tahap awalnya, kami bertiga membuat Proposal Business Plan yang dikirimkan kepada pihak panitia penyelenggara BPC-ACI Universitas Riau. Alhamdulillah…. Proposal kami masuk TOP 15 besar secara Nasional dan kami bertiga diundang untuk langsung mempresentasikan Bistik Gembus,” ujar M. Kozin.

Dijelaskan M. Kozin, saat membuat dan menyajikan Bistik Gembus buatan mereka bertiga, dewan juri menilai bahwa Bistik Gembus buatan ketiga mahasiswa STAIN Curup ini rasanya cukup enak dan menggugah selera. Akhirnya, Ide Bistik Gembus buatan mereka meraih TOP 10 Business Plan terbaik tingkat Nasional.

“Salah satu Planning Marketing yang kami presentasikan di Business Plan kami adalah menjual produk Bistik Gembus kami melalui Media Sosial,” imbuh M. Kozin.

Sayangnya, Bistik Gembus buatan M. Kozin dan Kedua temannya ini hanya mampu bertahan selama satu hari saja. Belum ada inovasi mengawetkan Bistik Gembus buatan ketiga mahasiswa STAIN Curup ini. Bistik Gembus lezat yang dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah ini belum disentuh oleh Investor, baik Investor lokal ataupun Mancanegara. Padahal, inovasi Bistik Gembus dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi dan menjanjikan ini akan sangat menguntungkan jika dipasarkan secara luas.

“Bayangkan saja, harga gembus dipasaran sekitaran Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu hanya berkisar Rp 1.000 saja per tiga kemasan gembus yang biasa dijual dipasaran. Dengan dijadikan Bistik Gembus, kisaran harganya menjadi Rp. 30 ribu per porsi dengan ukuran satu porsinya sekitar 12 potong Bistik Gembus lezat siap santap,” jelas M. Kozin semangat.

Walaupun demikian, mengetahui prestasi yang diraih oleh ketiga mahasiswa tersebut, Ketua STAIN Curup, DR. Rahmad Hidayat mewacanakan untuk membuat Pusat Kreatifitas Mahasiswa yang direncanakan lokasinya di Gedung Pasca Sarjana STAIN Curup beralamat di Lapangan Setia Negara Kabupaten Rejang Lebong. Sehingga, seluruh kreatifitas mahasiswa STAIN Curup nantinya akan terpusat dan lebih serius dalam berinovasi dalam bentuk apapun.

M. Kozin, Mahasiswa Kreatif Pembuat Bistik Gembus


Bagi pembaca yang tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai inovasi ketiga mahasiswa ini, bisa langsung menghubungi M. Kozin dengan nomor handphone 0815-3929-5765 dan WhatsAppEgy dengan nomor 0822-3384-8684.[**]

Saturday, January 7, 2017

Amir Hendi: Mimpi Karyanya Bisa “Parkir” Dikantor Pemerintah Daerah

Amir Hendi: Mimpi Karyanya Bisa “Parkir” Dikantor Pemerintah Daerah



Di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, nama Amir Hendi, warga Desa Irigasi Permu Kecamatan Kepahiang yang terkenal dengan kreatifitasnya dengan memanfaatkan berbagai jenis sampah berbahan baku kertas menjadi produk bernilai ekonomis dan seni tinggi, yakni menjadi lukisan 3 dimensi. Di usia ke 70 tahun, Amir berharap jika karya yang ia ciptakan bisa “parkir” nan menghias megah dikantor Bupati Kepahiang.

Bersama kita ketahui, saat ini kantor Bupati Kepahiang terpampang miniatur Pohon Sakura yang menjadi hiasan di kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang. Pohon Sakura adalah tumbuhan khas dari Jepang yang tak ada hubungannya dengan simbol dan kebangaan daerah seperti Bunga Raflesia atau Bunga Kibut yang tumbuh endemik dan hanya ada di Provinsi Bengkulu. Bunga Bangkai dan Bunga Raflesia sering tumbuh di kawasan Kepahiang dan Bengkulu Tengah. Alangkah baiknya jika Pohon Sakura tersebut diganti dengan Bunga Kibut dan Bunga Raflesia dan menjadi icon baru dikantor Bupati Kepahiang.

Amir mengatakan, bahwa Bunga Raflesia dan Bunga Kibut adalah jenis Flora khas Kepahiang. Sangatlah indah jika kedua jenis bunga khas Bengkulu tersebut kita promosikan bersama. Amir mengakui, dirinya belum pernah membuat patung Bunga Kibut dan Bunga Raflesia dengan ukuran sangat besar, namun jika memang diharapkan maka ia bersedia dan sanggup membuatnya untuk Pemda Kepahiang. Taksiran Amir, membuat miniatur Bunga Kibut dengan tinggi lebih kurang 2 meter tak akan menghabiskan banyak biaya, hanya membutuhkan kertas bekas sebanyak 16 Kilogram, beberapa kilo lem kayu dan cat. Sangat murah dan memiliki nilai seni tinggi yang akan bias dikenang dan dikenal oleh para pejabat dari luar daerah Bengkulu jika sempat datang ke kantor Bupati Kepahiang.


“Sepengalaman saya, Kabupaten Kepahiang dikenal dengan ciri khas Bunga Kibut dan Bunga Raflesia karena bunga ini memang tumbuh ditanah Kepahiang. Apalagi saat ini, Bunga Kibut sudah ada yang melestarikannya di salah satu penangkaran milik warga Kepahiang. Mestinya, kita harus kenal dulu dengan bunga ini. Dengan adanya miniatur Bunga khas yang kita buat dan terpajang di Kantor Bupati setidaknya bisa jadi bahan promosi,” ujar Amir.

Sejarah Singkat

Amir menceritakan awal mulanya menggeluti karya seni lukis dan patung 3 dimensinya yang berbahan baku kertas bekas. Bermula dengan pengalaman membuat peta dari bubur kertas sewaktu menjadi guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kepahiang yang berbahan baku kertas Koran bekas yang dijadikan bubur kertas kemudian dengan dicampurkan dengan lem sehingga bisa dibentuk menjadi kerajinan berupa miniature peta Negara Indonesia. Selain itu, inspirasi pembuatan kerajinan dari limbah kertas ini,juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Amir melihat banyak tumpukan sampah kertas yang berserakan tak berguna, seperti kardus bekas, koran bekas, kotak rokok, dan sejenisnya. Dengan kreatifitasnya, Amir coba memanfaatkan sampah kertas untuk membuat lukisan 3 dimensi. Untuk membuat lukisan tersebut tidaklah butuh modal besar dan proses yang rumit.

Bahan bakunya hanya sampah kertas bekas seperti koran, karpet telur, kotak rokok, kardus atau lainnya yang mudah ditemukan. Sampah kertas tersebut direndam sampai lembut, lalu ditumbuk halus seperti bubur. Kendala yang ditemui Amir saat itu adalah setelah beberapa hari, hasil karyanya mengeluarkan aroma tidak sedap. Hal ini disebabkan pembusukan hasil rendaman kertas. Bukannya kebingungan, Amir malah lebih termotivasi untuk bereksperimen mencari solusi dari bau yang menyengat tersebut. Akhirnya solusi ditemukan, yakni dengan mencampuri lem sebagai campuran bubur kertas dengan Air Cuka.

“Bubur kertas itu diaduk dengan lem dari sagu yang dicampur Air Cuka. Air Cuka diperlukan agar jamur dan bakteri pembusukan tidak dapat berkembang biak sehingga menimbulkan bau busuk.” ujar Amir.

Lukisan biasanya dibuat di atas triplek yang diukir bentuknya menggunakan sendok kecil. Setelah selesai, lukisan dijemur hingga kering lalu diberi warna dari cat kayu atau semprot, dan kembali dijemur hingga kering. Satu lukisan butuh waktu paling lama satu minggu dalam pengerjaannya. Tapi, kalau sudah terampil, satu kali pembuatan bisa lima lukisan dalam seminggu. Artinya, sebulan bisa 20 lukisan yang dibuat.

Amir tidak hanya membuat lukisan 3 dimensi berupa Bunga Raflesia, Bunga Kibut (amorphophallus) dan lainnya, tetapi juga bisa membuat lukisan pemandangan, orang, dan hewan. Bahkan, suami Zubaidah ini pun memanfaatkan sampah kertas untuk membuat topeng, patung dan miniatur. Sejumlah karyanya ini sering dibeli kalangan pejabat sebagai hiasan di rumah dan kantor. Tidak sedikit juga yang dibeli untuk dijadikan suvenir ke luar Provinsi Bengkulu, seperti Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat dan provinsi lainnya. Amir menuturkan, cukup banyak orang bekerja mengumpulkan sampah kertas dan lainnya sebagai pendapatan. Sayang, sampah-sampah tersebut tidak dimanfaatkan untuk dibuat beragam produk yang bernilai guna.

“Untuk membuat satu lukisan, biasanya saya membutuhkan sekitar 0,5 Kilogram kertas. Kalau hanya berupa kertas bekas saja yang dijual, pendapatan yang diperoleh mungkin hanya Rp 2.000-Rp 5.000. Tapi kalau dibuat lukisan, harganya bisa menjadi puluhan bahkan ratusan ribu rupiah,” kata Amir yang menjual satu lukisannya hingga Rp 600.000.

Mantan guru biologi dan pendidikan jasmani ini berpendapat, ada baiknya pemerintah daerah bisa memfasilitasi para pengumpul barang bekas dengan memberikan pelatihan. Amir pun bersedia menjadi pelatih tanpa dibayar.


“Saya optimis, keterampilan pemanfaatan sampah bisa memberikan pendapatan yang cukup besar dan masalah sampah akan teratasi,” katanya.

Sejauh ini, kakek enam cucu ini telah memberikan pelatihan kepada sejumlah warga di desanya dan desa tetangga. Hasilnya, sudah banyak warga yang mampu membuat gantungan kunci dan suvenir pernikahan dari sampah kertas. 


“Saya sangat berharap apa yang saya lakukan ini bisa menginspirasi dan memotivasi masyarakat dan pemerintah. Sehingga, permasalahan sampah, pengangguran dan kemiskinan dapat diminimalisir,” paparnya.

Lebih Banyak Laku Produk Lokal

Sejumlah lukisan yang dibuat, awalnya memang sebagai hiasan rumah saja. Ternyata, tidak sedikit orang yang datang berbelanja diwarungnya melihat, dan berminat untuk membeli. Amir pun berpikir untuk menjadikannya sebagai usaha sampingan, selain usaha warung manisan yang ia geluti. Bahkan yang banyak membeli karyanya adalah wisatawan dari luar Kabupaten Kepahiang, untuk dijadikan cindera mata.


“Akhirnya saya berinisiatif membuat motif Bunga Kibut yang lebih dikenal dengan Bunga Bangkai dan bunga Raflesia, eeh ternyata laku terjual, maka saya lebih fokus sehingga menemukan inovasi-inovasi baru untuk mulai membuat lukisan dengan motif Bunga Raflesia  dan Bunga Bangkai khas Bengkulu sebagai oleh-oleh wisatawan luar yang datang ke Kepahiang,” tutup Amir.[**]

Tuesday, November 8, 2016

Inilah Hasil HKm Binaan AKAR Foundation Di Kabupaten Rejang Lebong

Inilah Hasil HKm Binaan AKAR Foundation Di Kabupaten Rejang Lebong


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Pada Selasa (8/11/2016), AKAR Foundation Perwakilan Provinsi Bengkulu me-launching Koperasi “HKm Cahaya Panca Sejahtera”. Secara Nasional, hal ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa, karena AKAR FoundationPerwakilan Provinsi Bengkulu adalah yang pertama berhasil mendampingi masyarakat pengelola hasil Hutan Kemasyarakatan (HKm) hingga menghasilkan produk berupa Kopi Bubuk dalam kemasan yang telah siap jual dan berdaya saing yang saat ini telah berbentuk badan hukum berupa Koperasi.


Perwakilan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Masyud mengaku terkejut dengan keberhasilan yang dilakukan oleh AKAR FoundationPerwakilan Provinsi Bengkulu. Bahkan Masyud menjanjikan akan memberikan bantuan berupa mesin pengorengan dan pengupasan biji kopi kepada Koperasi tersebut yang diharapkan dapat membantu para petani yang tergabung dalam koperasi tersebut dalam memproduksi bubuk kopi yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

“Pada 2017 nanti pasti kita bantu berupa peralatan mesin pengupas dan penggoreng biji kopi. Walaupun bantuan tersebut masih terbatas, diharapkan dapat membantu para petani yang mengelola HKm di Kabupaten Rejang Lebong,” kata Masyud.

Masyud menambahkan, dirinya juga berharap pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rejang Lebong juga turut andil dalam mengembangkan potensi Kopi di Kabupaten Rejang Lebong. Pengelolaan biji kopi menjadi kopi bubuk, menurut Masyud sangatlah potensial untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil per tahun yang telah dihasilkan oleh kelompok tani HKm di kabupaten Rejang Lebong. Dengan IUPHKm seluas 1.486,81 hektar saja, sebanyak 721 Kepala Keluarga yang tergabung dalam 27 Kelompok Tani telah mampu menghasilkan produksi kopi sebanyak 700-800 ton per tahun.

“Pengelolaan Kopi di Kabupaten Rejang Lebong sangatlah potensial, tinggal kepada pihak Pemda Kabupaten Rejang Lebong untuk mengembangkannya,” harap Masyud.

Lanjut Masyud menjelaskan, HKm yang telah diberikan IUPHKm seluas 1.486,81 hektar tersebar di 5 desa binaan AKAR FoundationPerwakilan Provinsi Bengkulu, yakni Desa Tanjung Dalam, Desa Air Lanang, Desa Tanjung Dalam, Desa Tebat Pulau, Desa Tebat Tenong Dalam dan Desa Baru Manis.[**]

Monday, August 15, 2016

Usaha Bordir Keluhkan Pergantian Nomor Urut Sekolah Se Rejang Lebong

Usaha Bordir Keluhkan Pergantian Nomor Urut Sekolah Se Rejang Lebong


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Dengan keputusan Bupati Kabupaten Rejang Lebong tentang pergantian nomor urut sekolah serta pergantian kecamatan yang akan diganti dengan lokasi Kabupaten, Usaha bordir yang berada di Kota Curup mengeluhkan kebijakan tersebut. 

Salah satu pemilik usaha border, Nisilawati pemilik toko Iwan Bordir mengatakan, pihaknya sangat dirugikan, karena dengan adanya kebijakan pergantian nomor urut sekolah dan juga tulisan Kecamatan yang akan diganti dengan lokasi Kabupaten, hampir seluruh sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Rejang Lebong telah menempah untuk seragam sekolah membatalkan orderannya, imbasnya kurang lebih sebanyak 1.500 tempahan lokasi sekolah belum diambil pihak yang telah mengorder.

"Jika memang pergantian nomor urut sekolah dan pergantian nama dari kecamatan diganti dengan lokasi Kabupaten maka, tempahan ini akan percuma saja, kemungkinan besar akan dibuang,” eluh Nisilawati.

Saat ini, pihaknya bersama pengusaha bordiran lainnya masih menungu kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, apakah benar-benar diganti lokasi menjadi Kabupaten Rejang lebong atau sesuai tempahan yang menggunakan Kecamatan masing-masing sekolah.


"Kami mengharapkan mudah-mudahan hanya nomor sekolah yang dirubah, karena sudah ada beberapa tempahan yang sudah dipasang dengan nomor sekolah, itu bisa dirombak, dan lokasi tetap menggunakan nama kecamatan karena mudah menghafal asal sekolah dimasing-masing kecamatan," harapnya.[**]

Friday, August 12, 2016

Ini Dampak Perubahan Nama & Nomor Urut Sekolah Di Kabupaten Rejang Lebong….

Ini Dampak Perubahan Nama & Nomor Urut Sekolah Di Kabupaten Rejang Lebong….


BENGKULU, SemarakNews.co.id – Keputusan Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Ahmad Hijazi merubah nomor urut seluruh sekolah ternyata memiliki beberapa dampak kebijakan dari pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Effendi mengakui bahwa dengan perubahan nomor urut sekolah, maka beberapa teknis administrasi juga akan berubah, terutama pada surat menyurat,papan merk sekolah dan seragam siswa. Namun, dampak yang cukup membutuhkan teknis khusus dan koordinasi antara Disdik Rejang Lebong dengan Kemendikbud RI adalah administrasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Sertifikasi guru, karena teknis penggunaan BOS dan Sertifikasi guru ini harus sesuai dengan nama sekolah sebelumnya pada database Kemendikbud RI.

“Walaupun telah ada surat keputusan Bupati yang baru terkait perubahan nomor urut sekolah ini, kita belum bisa gunakan nama dan nomor urut yang baru tersebut pada administrasi seperti surat menyurat. Karena dampaknya ini ada pada penggunaan dana BOS, Sertifikasi guru di sekolah, dan banyak dampak lainnya,” jelas Zakaria saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Zakaria menjelaskan, pihak sekolah belum dapat menggunakan nomor urut yang baru, lantaran pihak Disdik saat ini masih memproses perubahan nomor urut sekolah tersebut di Kemendikbud RI. Prosesnya belum dapat dipastikan kapan selesai perubahan database tersebut oleh pihak Kemendikbud, namun Zakaria memperkirakan pada Agustus 2016 ini seluruh proses terkait perubahan nomor urut sekolah selesai.


“Pihak Disdik saat ini sedang memproses pembaharuan/update database seluruh nomor urut sekolah pada aplikasi yang disediakan oleh Kemendikbud. Jika proses update perubahan nama sekolah ini selesai, maka nomor urut yang telah ditetapkan Bupati Rejang Lebong sejak 26 Juli 2016 lalu, dapat segera digunakan,” demikian Zakaria.[**]

Monday, June 6, 2016

153 Lapak Pasar Ramadhan Belum Terjual. Ini Sebabnya....

153 Lapak Pasar Ramadhan Belum Terjual. Ini Sebabnya....


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Sebanyak 364 Lapak Pasar Ramadhan yang disediakan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Rejang Lebong yang terpusat di Lapangan Setia Negara, hanya laku terjual sebanyak 211 lapak saja. Masih ada 153 lapak kosong yang siap untuk dijadikan tempat berjualan takjil dan makanan "bukoan" puasa.

Menurut Chandra Sapta, Kasi Penagihan Dispenda Rejang Lebong saat ditemui dilokasi Pasar Ramadhan mengatakan bahwa pendaftaran penjualan lapak masih dibuka hingga tiga hari awal pelaksanaan Ramadhan 1437 Hijriah. Chandra menjelaskan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pedagang takjil dan makanan dari luar daerah yang ingin berdagang di area Pasar Ramadhan.

"Tampak bahwa pedagang yang telah terdaftar telah memasang tenda sendiri dan langsung berjualan," ujarnya.

Sesuai dengan Surat Edaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) Rejang Lebong beberapa waktu yang lalu, menyatakan bahwa penjualan makanan dan takjil yang biasanya berada di area pasar Atas dan samping Pasar Bang Mego, serta ada juga yang berjualan di sepanjang badan Jalan Raya di Kelurahan Tempel Rejo dipindahkan lokasi berdagangnya di Lapangan Setia Negara. Dengan demikian, diharapkan tidak menganggu aktifitas kendaraan yang akan melewati jalan tersebut, karena dinilai menganggu dengan timbulnya kemacetan dan rawan kecelakaan dengan aktivitas penjualan makanan yang biasanya ramai.

Dari pantauan SemarakNews.co.id, walaupun telah dipusatkan di Lapangan Setia Negara, masih ada saja beberapa pedagang yang masih berjualan di area yang tidak semestinya. Bahkan, ada juga yang mendirikan tenda sendiri dan berjualan seperti biasa di beberapa tempat sekitaran lapangan Setia Negara. Salah satu pedagang makanan yang enggan menyebutkan namanya, berdagang jenis minuman yang dicampur dengan buah-buahan mengatakan bahwa dirinya memang sehari-hari telah berjualan disana. Ia pun menolak untuk dipindahkan, apalagi sampai membayar sewa lapak yang besarannya sekitar Rp. 150 ribu tersebut. Ditanyai tentang akan ditertibkan oleh pihak Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), ia mengatakan tidak takut, karena telah lama berjualan disana dan tidak pernah ada yang menertibkan.

"Saya ini berjualan disini dari sebelum bulan Ramadhan, kenapa pula saya menyalahi aturan pemerintah. Kalau saya akan ditertibkan, yang lainnya juga harus ditertibkan, jangan cuma saya saja," katanya.

Sementara itu, diwawancarai terpisah, Samira (32) salah satu pedagang makanan jenis kue yang berjualan di pusat Pasar Ramadhan Lapangan Setia Negara mengaku setiap tahun berdagang makanan jenis kue di setiap bulan suci Ramadhan. Ia mengatakan bahwa memang sebaiknya Pasar Ramadhan terpusat di Lapangan Setia Negara.


"Selain tempatnya luas, kendaraan pengunjung yang ingin membeli kue juga tidak menganggu. Kalau di tempat yang lama sering macet dan tempatnya sangat sempit," ungkapnya.[**]

Monday, March 14, 2016

Kelola HKm, Pria Ini Sudah Punya Usaha Sendiri

Kelola HKm, Pria Ini Sudah Punya Usaha Sendiri


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan yang telah dibebaskan pengelolaannya kepada masyarakat oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI) dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan agar tidak menganggu fungsi hutan. Di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, sekitar 1.486,81 hektar HKm telah dikelola oleh lebih kurang 721 Kepala Keluarga yang tersebar di 5 desa.

Andi Saropa (36) adalah salah seorang pengelola HKm di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan. Andi bercerita, awal mula dirinya mengelola hutan untuk dijadikan kebun sejak 1997 silam. Saat itu, dirinya beserta warga desa yang lain masih mengelola hutan dengan sembunyi-sembunyi karena takut tertangkap polisi hutan, lantaran saat itu, kawasan hutan yang mereka kelola masih berstatus hutan lindung yang oleh Pemerintah dilarang keras untuk ditanami atau dikelola oleh siapapun. Andi mengaku bahwa ia dan warga desa paham dengan aturan bahwa kawasan hutan tersebut tidaklah boleh ditanami oleh jenis tanaman pertanian jenis apapun. Namun, karena tuntutan dan kebutuhan hidup, maka Andi dengan warga yang lain mau tidak mau tetap mengelola lahan tersebut walaupun dengan bayang-bayang hukuman jika tertangkap.

“Saat itu masyarakat desa yang memberanikan diri mengelola kawasan hutan lindung menanam pohon Kopi,” kata Andi.

Mulailah sejak 2010, AKAR Foundation Perwakilan Provinsi Bengkulu mulai masuk ke Desa Tanjung Dalam untuk memberikan sosialisasi terkait pengelolaan hutan lindung tersebut. Awal mula AKAR Foundation masuk ke desa tersebut, pihak AKAR Foundation tidak diterima oleh warga desa sampai-sampai sempat diusir dari desa. Dengan pendekatan yang baik, akhirnya pihak AKAR Foundation mulai diterima oleh masyarakat desa sejak 2013 yang kemudian memberikan pendampingan tentang perizinan pengunaan hutan lindung menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI dalam pengelolaannya.

“HKm di Desa Tanjung Dalam yang dikelola masyarakat saat ini sekitar 400 hektar. Saya sendiri mengelola 2 hektar kebun kopi,” jelas Andi.

Lanjut Andi menjelaskan, saat ini desanya beserta 4 desa pengelola HKm lainnya telah membentuk satu wadah usaha, yakni Koperasi HKm “Cahaya Panca Sejahtera” yang membidangi usaha produksi Kopi Bubuk. Di dalam koperasi tersebut, beranggotakan 27 kelompok tani dari 721 Kepala Keluarga.

“Dengan adanya pemdampingan oleh pihak AKAR Foundationini, kami masyarakat desa sangat terbantu dan dapat mandiri dengan usaha kami sendiri,” jelas Andi yang juga menjabat sebagai Manajer Simpan Pinjam koperasi HKm “Cahaya Panca Sejahtera”.[**]

Sunday, January 31, 2016

Disnakan Tinjau Lokasi KT Penerima Bantuan Ternak

Disnakan Tinjau Lokasi KT Penerima Bantuan Ternak


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Awal Februari 2016 ini, Dinas Peternakan dan perikanan (Disnakan) Rejang Lebong (RL) kembali berencana mengucurkan bantuan ternak kambing kepada Kelompok Tani Peternak yang ada di sejumlah Kecamatan Kabupaten RL. Sebelum menyalurkan bantuan, petugas akan melakukan survey dan meninjau langsung lokasi Kelompok Ternak (KT) penerima bantuan.

Kepala Disnakan RL, Amrul Eby saat meninjau lokasi di kawasan Transmigrasi TSM Desa Pal 7 Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR). Amrul Eby mengatakan, survey dilakukan untuk mengetahui apakah benar item yang tercantum dalam proposal pengajuan bantuan benar adanya.

“Seperti luas lahan, jumlah anggota kelompok tani hingga potensi ketersediaan pakan ternak di sekitar lokasi,” kata Amrul.

Ditambahkan Amrul, hingga saat ini, sudah ada 45 Kelompok Tani yang mengajukan bantuan ternak ke Disnakan RL. Semuanya, dilakukan survey secara langsung.

“Dari peninjauan kita selama sebulan terakhir ini, kita memprioritaskan bantuan untuk diberikan kepada kelompok Tani warga Transmigrasi di Kecamatan Bermani Ulu Raya. Ini lantaran belum ada satupun bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada warga di sini,” jelas Amrul Eby.

Validasi proposal ini wajib dilakukan selain karena ingin mengetahui keadaan sebenarnya, juga dilakukan lantaran jumlah bantuan yang diberikan terbatas yaitu hanya diberikan kepada 14 kelompok tani. Rinciannya, bantuan melalui Pemerintah Daerah RL sebanyak 8 Kelompok dan bantuan dari pemerintah propinsi sebanyak 6 kelompok.

“Jadi, kelompok tani penerima bantuan yang menerima adalah kelompok tani yang benar-benar membutuhkan dengan catatan, taraf ekonominya di bawah rata- rata,” ujar Amrul.

Dikatakan Amrul, dari hasil peninjauan di lokasi trans ini, item-item yang menjadi penentu untuk menerima bantuan sudah terpenuhi semuanya. Baik dari luasan lahan, potensi pakan ternak hingga jumlah anggota kelompok tani yang tidak fiktif.

“Bantuan kambing ini pada dasarnya adalah bantuan yang lebih bersifat memanfaatkan perkarangan rumah. Kelompok tani yang menerima bantuan harus menyediakan sendiri kandangnya. Kita hanya menyalurkan bantuan ternak saja berkisar 20 hingga 30 ekor kambing yang terdiri dari kambing jantan dan kambing betina,” jelasnya.[**]

Friday, January 29, 2016

Puluhan PKL “Ditilang” Satpol PP

Puluhan PKL “Ditilang” Satpol PP


BENGKULU, SemarakNews.co.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Rejang Lebong (RL), Polres, PM RL dan Petugas Dinas Perhubungan, komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) RL kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL). Hasilnya sebanyak 20 bangunan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Dwi Tunggal dan Jalan Sukowati Curup kecamatan Curup di gusur dan diangkut ke Kantor Sat Pol PP RL, Jumat (29/01/2016), sekitar pukul 10.00 WIB.

“Lapak yang kita gusur paksa akan kita kembalikan lagi ke para pedagang. Para pedagang yang terjaring juga harus mengisi formulir perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tegas Kepala Kantor (Kakan) Sat Pol PP RL, Edi Robinson usai penertiban.

Dijelaskan Edi, penertiban dilakukan di sepanjang jalan protokol tersebut dilakukan lantaran banyaknya keluhan warga yang merasa terganggu atas aktifitas PKL yang berjualan di atas trotoar, di depan sejumlah gedung Sekolah dan perkantoran yang ada di kedua jalan perkantoran itu.

“Selain itu, juga didasari dengan peraturan Daerah (Perda) RL nomor 5 tahun 1987 Jo perda no 3 tahun 1991 bab X pasal 15 tentang kebersihan dan keindahan kota dalam kabupaten daerah tingkat II  yang isinya setiap orang dilarang berdagang atau menyediakan tempat berdagang pada jalan umum, khususnya jalan wilayah perkantoran,” jelas Edi.

Edi berharap agar pihak perkantoran maupun sekolah yang ada di sepanjang jalan protokol dapat ikut serta bertindak tegas.

“Khusus untuk pihak sekolah seperti SMPN I, SMAN I dan SMPN 2 Curup dapat melarang siswa dan siswinya untuk jajan di luar lingkungan sekolah. Sehingga, para PKL yang berjulan di depan banguan sekolah tidak nekat kembali lagi ke lokasi tersebut berjualan. Begitu juga, dengan pihak perkantoran dan dinas yang ada agar tidak membiasakan PNS untuk belanja atau jajan di luar perkarangan kantor. Sebaiknya, siapkan tempat khusus untuk kantin di dalam sekolah maupun kantor,” ujar Edi.

Ditambahkan Edi, dalam aksi penertiban PKL tersebut, pihaknya juga menemukan ada kejanggalan mengenai adanya jaringan listrik yang di pasang permanen di bangunan lapak PKL yang ada di kawasan lapangan Dwi Tunggal Curup.


“Kami akan berkoordinasi dengan pihak PLN. Jika benar PLN yang membuat atau memasang jaringan listrik permanen itu, maka sama saja PLN tidak mendukung upaya penataan kota. Sebab, kami menemukan ada meteran Listrik yang dipasang permanen di dinding salah satu bangunan tembok pagar bangunan TK Dwi Tunggal untuk mengaliri listrik di lapak para PKL,” kata Edi.[**]