Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Wednesday, December 19, 2018

"Apakah 9 Naga, 7 Naga, atau Berapa Naga Itu Lahir di Zaman Pak Jokowi?"

"Apakah 9 Naga, 7 Naga, atau Berapa Naga Itu Lahir di Zaman Pak Jokowi?"


Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Misbakhun mengatakan, struktur sektor usaha saat ini masih bagian dari peninggalan Orde Baru. Termasuk para pengusaha dengan bisnis yang menggurita dan dikenal dengan sebutan 9 Naga. Ia menegaskan, 9 Naga itu tidak lahir di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Yang sekarang menguasai pasar tepung, pasar beras, pasar gula dan sebagainya, apakah itu lahir di zaman Pak Jokowi?" ujarnya dalam acara seminar persaingan usaha di Jakarta, Rabu (19/12/2018). "Apakah 9 naga, 7 naga atau berapa naga itu lahir di zaman Pak Jokowi? Bukan," sambung politisi Partai Golkar itu. 

 Timses: Kalau Prabowo Menang, 9 Naga akan Jadi 90 Naga... 

Jokowi dan Ma'ruf Amin kata dia menyadari struktur ekonomi Indonesia masih perlu banyak perbaikan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Terlebih saat ini, struktur ekonomi merupakan peninggalan Orde Baru yang masih lekat dengan dominasi segelintir para pengusaha besar itu. Oleh karena itu ucap Misbakhun, Jokowi-Ma'ruf Amin mendukung penuh penguatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

 Peran KPPU dinilai sangat penting untuk menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat. Dengan KPPU yang kuat, praktik kartel perdagangan bisa ditindak. Para pengusaha kecil pun bisa bersaing secara sehat, sementara masyarakat mendapatkan manfaat harga barang yang lebih terjangkau. Sebelumnya, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika mengatakan, Prabowo-Sandiag

Wednesday, November 14, 2018

Penjelasan Menteri Agama Atas Munculnya Kartu Nikah

Penjelasan Menteri Agama Atas Munculnya Kartu Nikah


JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, kartu nikah yang akan diterbitkan oleh Kementerian Agama bukan untuk penghapus atau pengganti buku nikah.

Tapi keberadaan kartu nikah itu implikasi logis dari pengembangan sistem aplikasi manajemen pernikahan atau yang disebut SIMKAH. “Buku nikah tetap terjaga dan tetap ada. Karena itu adalah dokumen resmi,” kata Lukman, Senin (11/12).

Menag merasa perlu menyampaikan penegasan tersebut untuk menjawab kerisauan masyarakat yang viral di media sosial bahwa pemerintah berencana menerbitkan kartu nikah untuk menghapus keberadaan buku nikah yang selama ini menjadi bukti sah dari proses pernikahan.

Secara prinsip, Kemenag sangat serius membenahi peristiwa pernikahan di tengah masyarakat dan sangat prihatin terhadap angka kekerasan dalam rumah tangga serta perceraian yang semakin tinggi.

Sehingga, nantinya semua peristiwa pernikahan itu pencatatannya terintegrasi dalam sebuah sistem aplikasi yang dinamai SIMKAH yang nanti dikaitkan dengan data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar seluruh data kependudukan setiap warga bisa terintregasi dengan baik.

“Dalam SIMKAH inilah kemudian upaya kita untuk mempermudah pencatatan, registrasi dan memantau pernikahan setiap warga negara di mana, kapan dan seterusnya. Sehingga, kita memerlukan adanya kartu nikah,” ungkap Menag.

Namun demikian, Menag menegaskan, kartu nikah juga tidak ada kaitannya dengan wajib atau tidak memiliki. Ia menyebutkan ini merupakan upaya dan fasilitasi sebagai sebuah terobosan dari Kementerian Agama yang berkaitan dengan dukcapil dan data kependudukan.

“Harapannya semua kita pasti akan memiliki kartu ini secara bertahap,” ujarnya. Adapun di bawah kartu nikah akan terdapat barcode yang bila di scan lalu kemudian muncul data dari pemegang kartu secara lengkap.

Kemenag sendiri menargetkan, kartu nikah itu akan diterbitkan pada pertengahan atau akhir November. Untuk tahap awal kartu ini akan selesai cetak secara keseluruhan pada 14-15 November, lalu dalam sepekan kemudian baru bisa didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sehingga, bagi mereka yang melangsungkan pernikahan setelah launching SIMKAH, tentunya akan memperoleh kartu nikah.

Skemanya adalah, pernikahan dicatat oleh penghulu hingga terbit buku nikah yang bersamaan dengan kartu nikah. “Jadi kita prioritaskan bagi mereka yang menikah setelah diluncurkannya aplikasi SIMKAH,' katanya.

Sementara bagi yang sudah menikah sebelum peluncuran SIMKAH, bisa memiliki kartu hanya saja dari segi waktu sangat terkait dengan ketersediaan kartu di masing-masing KUA. “Pada prinsipnya semua warga yang sudah menikah dimungkinkan untuk mendapatkan kartu nikah,” pungkasnya.

Tuesday, November 6, 2018

Tausiyah UAS Bius Ribuan Masyarakat Bumi Rafflesia

Tausiyah UAS Bius Ribuan Masyarakat Bumi Rafflesia


BENGKULU - Sambut HUT Emas Provinsi Bengkulu, Pemprov Bengkulu gelar Istighosah dan Tabligh Akbar bersama Ustad Abdul Somad, di Halaman Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, Senin (05/11).

Kehadiran salah satu Ustadz Kondang Tanah Air asal Riau ini, dipadati ribuan masyarakat Bengkulu.

Ungkapan syukur disampaikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Menurutnya, kehadiran UAS dalam peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-50 ini, diharapkan sebagai momentum meningkatkan spirit kerja keras dan kerjasama Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam optimalisasi pembangunan. Sehingga Bumi Raffllesia semakin maju dan berdaya saing.

“Tentunya atas kehadiran dan tausiyah yang disampaikan Ustad Abdul Somad ini, bisa memberikan semangat baru bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama,” ungkap Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Lebih dari itu, lanjut lulusan terbaik UGM dan IPB ini, momentum peringatan hari jadi Provinsi Bengkulu yang telah masuk setengah abad ini, diharapkan menjadi pemacu kemajuan daerah, seluruh potensi yang ada, bisa digali semaksimal mungkin.

“Tidak ada kata lain selain ucapan syukur kita panjatkan kahadirat Allah SWT. Mari bersama-sama kita terus bergandeng tangan demi kemajuan provinsi yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Disela-sela tausiyahnya, UAS mengaku kagum dan bangga terhadap Provinsi Bengkulu dan masyarakatnya. Bahkan Provinsi Bengkulu, lanjut UAS bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Jujur saya kagum dengan nuansa dan kekuatan Islam masyarakat Bengkulu,” ujarnya.

Disamping itu, UAS juga menyampaikan kekagumannya terhadap Provinsi Bengkulu yang punya andil besar dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana Ibu Negara Fatmawati merupakan perempuan yang pertama kali merajut Sang Saka Merah Putih.

Tuesday, October 30, 2018

Semarak Bulan Bahasa HIMBI IAIN Curup Gelar Drama dan Musikalisasi Puisi

Semarak Bulan Bahasa HIMBI IAIN Curup Gelar Drama dan Musikalisasi Puisi


Memperingati Bulan Bahasa 2018, Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong mengelar 2 cabang lomba tingkat SMA Sederajat Se-Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. Lomba yang digelar adalah Pementasan Drama dan Musikalisasi Puisi.

Bulan Bahasa tahun ini, HIMBI mengangkat tema “Mengaplikasikan Potensi Kreativitas Bersastra Yang Berkearifan Lokal” dengan perayaan bulan bahasa, HIMBI ingin mengembangkan potensi sastra kedaerahan yang layak dikembangkan dan menjadi salah satu kebanggaan perguruan tinggi dan masyarakat sekitar IAIN Curup, yakni Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu.
Hadir sebagai salah satu tamu kehormatan di acara tersebut, Mantan Kedua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia M. Soleh yang sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh HIMBI di bulan bahasa ini. M. Soleh bahkan memberikan hadiah tambahan bagi peserta yang berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 di masing-masing cabang lomba yang diadakan.

“Saya sangat bersemangat melihat mahasiswa sebagai promotor anak muda untuk terus berkreasi dan memiliki visi yang positif seperti yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa IAIN Curup, khususnya HIMBI pada hari ini. Dengan semangat sumpah pemuda, selain harus kreatif sebagai anak muda juga harus menjadi tolak ukur suatu bangsa yang berkemajuan,” sampai M. Soleh pada kata sambutannya.
Selain itu, Rektor IAIN Curup, Dr. Rahmad Hidayat yang diwakili oleh Plt. Wakil Rektor III, Dr. Lukman Asha dalam sambutannya pun menyampaikan, ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan oleh Jurusan Tadris Bahasa Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. HIMBI sebagai promotor acara, memiliki visi yang sangat positif demi meningkatkan mutu mahasiswa sendiri, maupun peserta dari SMA Sederajat Se-Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang.

“Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat memacu masyarakat untuk lebih mengenal IAIN Curup dan berkeinginan untuk kuliah di IAIN Curup, baik pada jurusan Tadris Bahasa Indonesia maupun jurusan-jurusan lainnya yang  ada di IAIN Curup,” pungkas Lukman.

Monday, October 29, 2018

Pernyataan Manajemen Lion Air Atas Jatuhnya Pesawat Rute Jakarta-Pangkalpinang

Pernyataan Manajemen Lion Air Atas Jatuhnya Pesawat Rute Jakarta-Pangkalpinang

Serpihan yang diduga dari pesawat Lion Air yang jatuh, diangkat ke kapal milik Pertamina Hulu Energi
JAKARTA - Perusahaan maskapai Lion Air mengucapkan sangat prihatin dengan kejadian jatuhnya pesawat yang menuju Pangkalpinang. Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak sehubungan dengan kejadian ini.

"Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.

Menurut informasi, setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang). Pesawat itu mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

"Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi," tambah dia.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

"Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut," ujarnya. Adapun diagendakan, pihak perusahaan akan melakukan konferensi pers Lion command center, Bandara Soekarno Hatta siang ini.