Tuesday, November 6, 2018

Tausiyah UAS Bius Ribuan Masyarakat Bumi Rafflesia

Tausiyah UAS Bius Ribuan Masyarakat Bumi Rafflesia


BENGKULU - Sambut HUT Emas Provinsi Bengkulu, Pemprov Bengkulu gelar Istighosah dan Tabligh Akbar bersama Ustad Abdul Somad, di Halaman Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, Senin (05/11).

Kehadiran salah satu Ustadz Kondang Tanah Air asal Riau ini, dipadati ribuan masyarakat Bengkulu.

Ungkapan syukur disampaikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Menurutnya, kehadiran UAS dalam peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-50 ini, diharapkan sebagai momentum meningkatkan spirit kerja keras dan kerjasama Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam optimalisasi pembangunan. Sehingga Bumi Raffllesia semakin maju dan berdaya saing.

“Tentunya atas kehadiran dan tausiyah yang disampaikan Ustad Abdul Somad ini, bisa memberikan semangat baru bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama,” ungkap Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Lebih dari itu, lanjut lulusan terbaik UGM dan IPB ini, momentum peringatan hari jadi Provinsi Bengkulu yang telah masuk setengah abad ini, diharapkan menjadi pemacu kemajuan daerah, seluruh potensi yang ada, bisa digali semaksimal mungkin.

“Tidak ada kata lain selain ucapan syukur kita panjatkan kahadirat Allah SWT. Mari bersama-sama kita terus bergandeng tangan demi kemajuan provinsi yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Disela-sela tausiyahnya, UAS mengaku kagum dan bangga terhadap Provinsi Bengkulu dan masyarakatnya. Bahkan Provinsi Bengkulu, lanjut UAS bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Jujur saya kagum dengan nuansa dan kekuatan Islam masyarakat Bengkulu,” ujarnya.

Disamping itu, UAS juga menyampaikan kekagumannya terhadap Provinsi Bengkulu yang punya andil besar dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana Ibu Negara Fatmawati merupakan perempuan yang pertama kali merajut Sang Saka Merah Putih.

Monday, November 5, 2018

Istighosah dan Tabligh Akbar bersama Ustad Abdul Somad di HUT EMAS Propinsi Bengkulu

Istighosah dan Tabligh Akbar bersama Ustad Abdul Somad di HUT EMAS Propinsi Bengkulu



SEJAK Sabtu sore (3/11/2018) yang mendung dan mulai rintik-rintik hujan turun, persiapan Istighosah dan Tabligh Akbar bersama Ustad Abdul Somad di Masjid Baitul Izzah Propinsi Bengkulu telah didirikan tenda-tenda bagi ribuan ummat yang akan menghadiri tausiah Ustad Abdul Somad.

Persiapan lainnya seperti pengalihan jalur lalu lintas dan pos-pos pengamanan juga telah dipersiapkan dua hari sebelum penyelenggaraan. Masjid Baitul Izzah yang sedang berbenah itu pun didekorasi dengan panggung, alat-alat sound system serta hiasan tenda-tenda berwarna kuning putih.
“Hari jadi atau sering disebut Hari Ulang Tahun (HUT) EMAS Ke-50 Propinsi Bengkulu merupakan setengah abad bumi Raflesia ini berdiri. Ulang tahun ke 50 sering kita dengar  dengan istilah ulang tahun emas, segala macam perubahan sudah dilalui, dengan refleksi Ulang Tahun Emas, diharapkan Propinsi Bengkulu menuju Bengkulu yang berkemajuan di era millenial,” harap Plt. Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA.
Kehadiran Ustad Abdul Somad dalam peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-50 ini, diharapkan sebagai momentum meningkatkan spirit kerja keras dan kerjasama Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam optimalisasi pembangunan. Sehingga Bumi Raffllesia semakin maju dan berdaya saing.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Provinsi Bengkulu Drs. Hamka Sabri, M.Si mengatakan, dalam rangka menyambut dan mempersiapkan HUT EMAS Propinsi Bengkulu yang ke-50 akan mengadakan beberapa Event kegiatan lainnya.

“Dimulai pada Senin, 5 November 2018, kita adakan Tablig Akbar bersama Ustad Abdul Somat, nanti pada tanggal 16 November kita mulai dengan bengkulu Ekspo yang akan dilaksanakan di sportcenter,” jelas Hamka Sabri.

Pada hari puncak HUT Emas Propinsi Bengkulu yang ke-50 pemerintah sudah menyiapkan beberapa kegiatan Event dan untuk kesiapan dalam melaksanakan HUT Emas ini Pemerintahan Provinsi Bengkulu menyatakan sudah siap menyemarakkan setiap kegiatan.[ADV]

Thursday, November 1, 2018

Monumen Ibu Negara Pertama Indonesia Segera Hiasi Bandar Udara Fatmawati Soekarno

Monumen Ibu Negara Pertama Indonesia Segera Hiasi Bandar Udara Fatmawati Soekarno



PEMBANGUNAN Monumen Ibu Negara Pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno segera dibangun di Bandar Udara Fatmawati Soekarno Propinsi Bengkulu.

Bandar Udara Fatmawati Soekarno adalah bandar udara yang terletak di Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu, tepatnya di Jl. Raya Padang kemiling - Slebar - Bengkulu. Dahulu bandara ini bernama Bandar Udara Padang Kemiling, kemudian diresmikan menjadi Bandar Udara Fatmawati Soekarno oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 November 2001.

Bandar udara dengan panjang landas pacu 2.470 m x 150 m dengan permukaan aspal merupakan bandar udara kelas I yang dikelola oleh UPT Ditjen Hubud.  Jenis pesawat terbesar yang bisa beroperasi di bandar udara ini adalah Airbus A320 dan Boeing 737. Jarak dari kota terdekat ke bandar udara ini adalah 14 KM.
“Monomen Fatmawati Soekarno akan dibangun di depan pintu masuk bandara. Pembangunan ini berdasarkan kesepakatan Menko Sosial dan SDM. Sementara biaya pembangunan bersumber dari konsursium 12 perbankan nasional yang diketuai oleh Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 4,2 milyar,” jelas Kepala Dinas Sosial Propinsi Bengkulu, Dr. H. Iskandar ZO, SH., M.Si.

Monumen adalah jenis bangunan yang dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian pada masa lalu. Seringkali monumen berfungsi sebagai suatu upaya untuk memperindah penampilan suatu kota atau lokasi tertentu. Rencananya, pembangunan monumen Fatmawati akan dimulai dalam satu atau dua bulan kedepan.

Rapat Bersama Jajaran Pemprov Bengkulu Bersama Pihak Rombongan Perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) Bengkulu dalam Rencana Pembangunan Monumen Fatmawati di Bandar Udara Fatmawati Soekarno
Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Bengkulu, Ir. Bambang Budi Djatmiko, MM mengatakan beberapa yang terlibat dalam rencana pembangunan monumen Fatmawati adalah Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Propinsi Bengkulu, Kadishub dan Kadinsos Propinsi Bengkulu, Kabag Humas dan Protokol Setda Provinsi Bengkulu, Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu beserta rombongan dan perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) Perwakilan Bengkulu.


“Perizinan yang dibutuhkan sudah kita dapatkan dari berbagai pihak. Izin dari kementerian, izin dari bandara, serta persetujuan dari keluarga Ibu Fatmawati juga sudah. Kita tinggal menunggu pengembangan dan perluasan bandara telah selesai, maka patung itu akan dipindahkan di depan terminal bandara dan menjadi salah satu ikon kebanggaan Propinsi Bengkulu,” imbuh Bambang.


Pembangunan Monumen Patung Fatmawati Soekarno ini akan dikomandoi oleh pihak perbankan nasional selaku penyedia anggaran bersumber dari konsursium 12 perbankan nasional yang diketuai oleh Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 4,2 milyar, dengan menunjuk langsung pihak kontraktor sendiri yang telah mereka siapkan.[ADV]

Tuesday, October 30, 2018

Semarak Bulan Bahasa HIMBI IAIN Curup Gelar Drama dan Musikalisasi Puisi

Semarak Bulan Bahasa HIMBI IAIN Curup Gelar Drama dan Musikalisasi Puisi


Memperingati Bulan Bahasa 2018, Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong mengelar 2 cabang lomba tingkat SMA Sederajat Se-Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. Lomba yang digelar adalah Pementasan Drama dan Musikalisasi Puisi.

Bulan Bahasa tahun ini, HIMBI mengangkat tema “Mengaplikasikan Potensi Kreativitas Bersastra Yang Berkearifan Lokal” dengan perayaan bulan bahasa, HIMBI ingin mengembangkan potensi sastra kedaerahan yang layak dikembangkan dan menjadi salah satu kebanggaan perguruan tinggi dan masyarakat sekitar IAIN Curup, yakni Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu.
Hadir sebagai salah satu tamu kehormatan di acara tersebut, Mantan Kedua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia M. Soleh yang sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh HIMBI di bulan bahasa ini. M. Soleh bahkan memberikan hadiah tambahan bagi peserta yang berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 di masing-masing cabang lomba yang diadakan.

“Saya sangat bersemangat melihat mahasiswa sebagai promotor anak muda untuk terus berkreasi dan memiliki visi yang positif seperti yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa IAIN Curup, khususnya HIMBI pada hari ini. Dengan semangat sumpah pemuda, selain harus kreatif sebagai anak muda juga harus menjadi tolak ukur suatu bangsa yang berkemajuan,” sampai M. Soleh pada kata sambutannya.
Selain itu, Rektor IAIN Curup, Dr. Rahmad Hidayat yang diwakili oleh Plt. Wakil Rektor III, Dr. Lukman Asha dalam sambutannya pun menyampaikan, ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan oleh Jurusan Tadris Bahasa Indonesia dalam beberapa tahun belakangan. HIMBI sebagai promotor acara, memiliki visi yang sangat positif demi meningkatkan mutu mahasiswa sendiri, maupun peserta dari SMA Sederajat Se-Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang.

“Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat memacu masyarakat untuk lebih mengenal IAIN Curup dan berkeinginan untuk kuliah di IAIN Curup, baik pada jurusan Tadris Bahasa Indonesia maupun jurusan-jurusan lainnya yang  ada di IAIN Curup,” pungkas Lukman.

Monday, October 29, 2018

Pernyataan Manajemen Lion Air Atas Jatuhnya Pesawat Rute Jakarta-Pangkalpinang

Pernyataan Manajemen Lion Air Atas Jatuhnya Pesawat Rute Jakarta-Pangkalpinang

Serpihan yang diduga dari pesawat Lion Air yang jatuh, diangkat ke kapal milik Pertamina Hulu Energi
JAKARTA - Perusahaan maskapai Lion Air mengucapkan sangat prihatin dengan kejadian jatuhnya pesawat yang menuju Pangkalpinang. Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan akan berkerjasama dengan instansi terkait dan semua pihak sehubungan dengan kejadian ini.

"Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang.

Menurut informasi, setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang). Pesawat itu mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

"Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . Pesawat dinyatakan laik operasi," tambah dia.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

"Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut," ujarnya. Adapun diagendakan, pihak perusahaan akan melakukan konferensi pers Lion command center, Bandara Soekarno Hatta siang ini.
Sebelum Hilang Kontak, Pesawat Lion Air Sempat Minta Kembali Mendarat

Sebelum Hilang Kontak, Pesawat Lion Air Sempat Minta Kembali Mendarat


JAKARTA - Pesawat Lion Air jenis B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

Sindu Rahayu, Kepala Bagian Kerjasama Dan Humas, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam siaran persnya menyampaikan pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 flight attendants sampai saat ini telah hilang kontak selama kurang lebih 3 jam.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610.
Hilang Kontak, Diduga Pesawat Lion Air JT-610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang Kecelakaan

Hilang Kontak, Diduga Pesawat Lion Air JT-610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang Kecelakaan


JAKARTA - Manajemen Lion Air tengah menyelidiki kabar pesawat mereka yang diduga mengalami hilang kontak pagi ini. Pesawat yang dimaksud adalah Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (29/10) pagi.

"Saat ini kami masih dalam proses pencarian untuk koordinasi lebih lanjut," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi Kompas.com pada Senin pagi.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kejadian persis dugaan kehilangan kontak itu, Danang belum bersedia memberi penjelasan lebih lanjut. Danang juga belum mengungkapkan sejak kapan pencarian terhadap informasi tersebut mereka lakukan.